Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

3 Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dengan Orang Miskin

Orang kaya dengan orang miskin memang memiliki perbedaan mencolok dari segi jumlah harga yang dimiliki. Namun, perbedaan yang dimiliki keduanya ternyata tidak hanya sebatas kekayaan materi saja.

Akan tetapi juga memiliki perbedaan dari segi pola pikir yang membuat keduanya memiliki jalan hidup yang jauh berbeda.

3 Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dengan Orang Miskin

Perbedaan Pola Pikir Antara Orang Kaya dengan Orang Miskin

Pola pikir antara orang yang kaya secara finansial perlu diakui sangat berbeda dengan orang yang miskin. Berikut adalah detail perbedaan yang dimaksudkan:

1. Cara Belanja

Perbedaan pertama dari pola pikir bagaimana membelanjakan uangnya. Bagi orang kaya uang dibelanjakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan menguntungkan. Misalnya saja digunakan untuk membeli saham, supaya bisa mendapatkan penghasilan pasif di masa mendatang.

Pada orang miskin, setiap sen uang yang ada di kantong akan digunakan untuk berbelanja apa saja. Sehingga cenderung digunakan untuk kebutuhan saat itu juga, tanpa terbersit keinginan untuk berinvestasi yang bisa memperbaiki kondisi keuangan di masa mendatang.

2. Cara Mencari Uang

Perbedaan berikutnya terdapat pada cara mereka mencari uang, jika orang kaya cenderung berpikir bahwa membuka bisnis menjadi cara terbaik. Sehingga orang kaya selalu ingin memiliki bisnis sendiri. Bisnis ini bisa memberikan pemasukan setiap bulan dan tahun, sekaligus bisa diwariskan.

Lain halnya dengan orang miskin yang dalam mencari uang selalu berpikir untuk mendapatkan gaji. Sehingga orang miskin berpikir praktis bahwa uang didapatkan ketika sudah bekerja dan mendapatkan upah karenanya.

Status sebagai karyawan pun dianggap sebagai satu-satunya kegiatan yang bisa menghasilkan uang.

3. Cara Menikmati Hobi

Orang kaya dan orang miskin juga memiliki perbedaan pola pikir dalam menikmati hobi. Hobi orang kaya perlu diakui adalah berinvestasi, sehingga setiap kali memiliki dana lebih akan dipakai belanja aset investasi. Baik itu aset bergerak seperti mobil dan motor sampai aset berupa rumah, emas batangan, saham, obligasi, dan sebagainya.

Sedangkan pada orang miskin, hobi belanja menjadi salah satu karakter khas yang dimiliki. Sehingga setiap kali memiliki dana lebih akan digunakan untuk berbelanja, baik untuk kebutuhan maupun memenuhi keinginan saja. Orang miskin bisa dikatakan berpikir praktis setiap kali memanfaatkan dana lebih yang dimiliki.

Yakni digunakan untuk membeli kesenangan mereka, misalnya dengan dipakai belanja barang yang susah dibeli di hari biasa.

Kondisi ini membuat orang dengan pola pikir miskin enggan atau sulit untuk berkembang. Sebab senantiasa berpikir sederhana tanpa mau repot memikirkan kondisi finansial di masa mendatang.

Pola pikir seseorang praktis akan menentukan kesuksesan mereka di masa mendatang.

Bagi orang dengan pemikiran orang kaya dipastikan akan sukses finansial tidak peduli seberapa kecil gaji yang didapatkan saat ini. Hal sebaliknya akan terjadi pada orang dengan pola pikir miskin seperti penjelasan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat with us on WhatsApp
WhatsApp
Call Now