Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Inilah 3 Ciri Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

Virus corona telah menginfeksi hampir 200 negara di muka bumi sejak Desember 2019. Penyebarannya jelas melalui tetesan cairan atau droplet dari pasien yang terinfeksi melalui kontak langsung ketika bersin atau batuk. Gejala yang tampak di awal adalah demam tinggi sehingga banyak dilakukan tes awal di bandara dengan menggunakan termometer jarak jauh. Sayangnya, menurut dokter spesialis paru, Mohamad Fahmi Alatas, ada pasien yang tidak menunjukkan gejala umum tersebut dan jumlahnya hingga 80% dari pasien positif. Jadi, apa ciri carrier virus corona ini?

Inilah 3 Ciri Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

Memiliki Imun yang Kuat dan Tidak Sakit

Ciri yang pertama adalah carrier ini tidak sakit. Dia sehat dan mempunyai imun yang kuat untuk mempertahankan kesehatannya dari serangan virus corona. Bahayanya adalah meski tampak aman dan tidak menunjukkan gejala, carrier ini masih tetap bisa menginfeksi orang lain. Maka dari itu, berdiam di rumah adalah cara yang terbaik karena virus masih dalam tahap pengembangan. Untuk itulah perlu perluasan sosialisasi untuk memakai masker meski sedang sehat.

Berkurangnya Indera Penciuman dan Perasa

Pasien yang terinfeksi virus corona namun tampak sehat biasanya kehilangan indera penciuman dan indera perasa. Istilah medis untuk kehilangan indera penciuman adalah anosmia dan kehilangan indera perasa adalah dysgeusia. Kedua hal ini bisa menjadi indikator yang bisa diuji jika pasien tak menunjukkan gejala. Bahayanya adalah jika pasien sudah memasuki tahap anosmia berarti pasien telah positif corona pada umumnya. Oleh karena itu, tindakan ini tetap membutuhkan tes dan isolasi mandiri.

Usia Relatif Muda

Menurut berita yang beredar pada Februari 2020, sebuah otoritas China mempublikasikan statistik pasien virus corona yang memuat fakta yang mengejutkan. Dari 44 ribu lebih kasus yang terkonfirmasi positif corona, hanya 1 persen anak-anak usia di bawah 10 tahun yang menderita sakit. Mereka juga selamat dan tidak meninggal.

Sementara untuk usia remaja, kasus virus corona juga agak jarang karena hanya 1,2 persen saja yang dikonfirmasi positif. Namun, orang dewasa yang berusia 80 tahun ke atas mudah terinfeksi dan akhirnya meninggal. Mempertimbangkan data statistik ini para ahli medis kemudian menyimpulkan bahwa orang yang usia muda diduga membawa peran sebagai carrier tanpa mereka sadari.

Menurut ahli epidemi dari Universitas Hokkaido, Hiroshi Nishiura, anak-anak yang tidak menunjukkan gejala rasionya lebih tinggi dibanding orang dewasa. Hal ini sangat berpengaruh pada intervensi ruang lingkup wabah yang maksimal dan berubah.

Kesimpulannya adalah kita harus tetap waspada pada siapapun meskipun mereka tampak sehat dan tidak sakit. Seperti dilansir CDC (Centers for Disease Control and Prevention), 25 persen orang yang terinfeksi virus corona tak tampak gejalanya. Selalu waspada dan jaga kebersihan diri adalah hal yang paling penting saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *