Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Pengertian Reseller dan Dropshipper

Jika Anda sering berbelanja secara online, tentu Anda sudah tidak asing lagi bila mendengar istilah reseller ataupun dropship. Sebagian dari Anda mungkin berpikir jika keduanya adalah berjualan online.

Memang reseller dan dropshipper seringkali digunakan untuk kegiatan berbelanja online. Meski begitu, keduanya memiliki definisi yang berbeda. Dan masing-masing istilah pun memiliki perbedaan tapi sama-sama menguntungkan.

Reseller ataupun dropship biasanya digunakan untuk orang-orang yang ingin memulai bisnis secara online tanpa ribet. Modal yang dibutuhkan juga tidak begitu besar.

Biasanya produk yang sering dijadikan reseller ataupun dropship adalah produk pakaian, makanan dan lain-lain. Syarat menjadi reseller tidak sulit karena itu banyak orang tertarik untuk menjadi seorang reseller maupun drop shipper ini.

Pengertian Reseller dan Dropshipper

Pengertian Reseller dan Dropshipper?

Sebelum mengetahui perbedaan antara reseller dan dropshipper, tentunya Anda harus mengetahui definisinya masing-masing. Reseller merupakan orang yang menjual produk pihak supplier kembali kepada konsumen.

Jadi reseller bukan supplier. Jika ingin menjadi reseller, Anda perlu modal untuk membeli produk dari supplier. Dan Anda juga harus memiliki stok barang terlebih dahulu.

Tapi dropshipper memiliki pengertian yang berbeda. Jadi dropshipper merupakan orang yang menjual produk dari supplier tapi tidak memiliki stok barang. Jadi untuk menjadi dropshipper, Anda tidak perlu modal hanya memperlihatkan gambar produk ke konsumen saja.

Jika ada calon pembeli yang ingin melakukan pemesanan, maka Anda akan meneruskannya langsung ke supplier. Dan barang yang dipesan dikirim ke supplier dengan nama dropshipper.

Kelebihan dan Kekurangan dari Reseller

Jika Anda tertarik menjadi seorang reseller, ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang harus Anda ketahui. Kelebihan menjadi reseller adalah Anda bisa stok barang dulu. Anda akan mengetahui bagaimana kualitas dari sebuah produk yang akan dijual.

Keuntungan dari reseller juga maksimal dan bisa Anda tentukan sendiri. Pihak supplier akan memberi diskon untuk Anda yang ingin menjual produknya kembali.

Kelemahan dari reseller adalah Anda harus mengeluarkan modal dulu yang cukup besar, membeli barang dari supplier untuk dijual. Jika kualitasnya kurang maksimal, yang bertanggung jawab adalah pihak reseller.

Kelebihan dan Kekurangan dari Dropshipper

Menjadi dropshipper, Anda tidak harus stok barang dulu. Jadi jika ingin memulai usaha ini, Anda tidak perlu memiliki modal.

Selain itu, keuntungan dari dropshipper adalah Anda dapat menjual kembali barang dari para supplier. Dan tugas Anda hanya maksimal dalam melakukan pemasaran pada produk yang dijual.

Kekurangan dropshipper tentu saja berhubungan dengan komplain pelanggan. Jika produk kurang baik, konsumen akan menyalahkan Anda karena yang mereka tahu Anda adalah penjualnya.

Jadi Anda bisa pilih sendiri nanti apakah ingin mencoba memulai bisnis reseller atau dropshipper tergantung keinginan tentunya. Jika sudah jelas dengan cara kerja kedua bisnis tersebut, Anda bisa memulainya sekarang juga.

Mau Usaha Pulsa Untung Besar?? Download Apk WIPAY Gratis. Raih Banyak Bonusnya