Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Tips Investasi di Bisnis Startup

Berinvestasi di Startup? Mengapa tidak? Makin banyak pilihannya, jadi semakin besar pula peluang membangun sumber pendapatan alternatif.

Tidak hanya di negara-negara maju, bisnis startup juga menjamur di negara-negara berkembang.

Pertumbuhannya dinilai positif, sebab makin banyak orang ingin punya usaha sendiri daripada terus bekerja pada orang lain.

Tips Investasi di Bisnis Startup

Mengenal startup dan cara berinvestasi

Berdasarkan pengertian di Wikipedia, startup merupakan perusahaan yang belum lama beroperasi atau baru saja dirintis.

Seiring berjalannya waktu, istilah startup kemudian didefinisikan sebagai bisnis muda yang operasionalnya sudah memanfaatkan inovasi teknologi dimana misinya membantu masyarakat memecahkan masalah.

Kadang masih dianggap pesaing baru bagi bisnis konvensional, kini bisnis startup telah menjadi tren industri tersendiri.

Pesatnya perkembangan bisnis startup beriringan dengan semakin banyaknya orang memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, industri ini tidak hanya menarik bagi mereka yang sedang ingin memulai usaha baru, tetapi juga para investor yang suka dengan ide-ide kreatif dan inovatif.

Agar tidak salah pilih saat berinvestasi, berikut beberapa poin yang dapat menjadi bahan pertimbangan:

1. Jenis bisnis startup

Walaupun berbasis pemanfaatan teknologi terkini dalam operasionalnya, bisnis startup bukan hanya dijalankan oleh anak-anak muda.

Banyak yang memulainya di usia matang dan bahkan sudah memiliki pengalaman bisnis sebelumnya.

Dengan tingkat persaingan yang lumayan tinggi tersebut, para investor harus jeli melihat pilihan-pilihan yang ada.

Hal paling utama yang harus dipertimbangkan agar bisnis leluasa bersaing yaitu keunikannya.

2. Kredibilitas pendiri dan tim

Kinerja orang-orang di balik layar memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan bisnis.

investor harus tahu bagaimana kredibilitas mereka agar investasinya benar-benar dikelola dengan baik dan menghasilkan keuntungan memuaskan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Rekam jejak perusahaan

Berinvestasi ke perusahaan yang masih terbilang baru merupakan keputusan yan sangat besar.

Bila tidak hati-hati, dana yang diinvestasikan akan berakhir sia-sia. Namun hal ini bisa dicegah dengan terlebih dahulu mempelajari track record perusahaan tersebut.

Jika ternyata kinerjanya cukup baik, prospek ke depan juga bisa diprediksi akan memberikan hasil yang memuaskan.

4. Perputaran modal

Modal menjadi bahan bakar bagi pergerakan ide dalam suatu bisnis. tidak seperti kendaraan yang butuh stok BBM baru untuk tetap bergerak, dalam usaha, yang diputar adalah modal yang pertama kali ditanam.

Disitu bisa dilihat, apakah para penggeraknya mampu memutar modal dengan baik. Kalau perputarannya cepat, maka hasil yang diterima investor juga dapat diprediksi sama lancarnya.

5. Pencapaian perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Kalau kinerjanya cukup stabil, tentu pencapaiannya menunjukkan hasil yang baik.

Semakin lama operasinya, semakin besar atau banyak tujuan yang dicapai. Hal ini bisa jadi tolak ukur kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan bagi para investor.

Anda tidak harus menjadi investor pertama yang mau menginvestasikan dananya ke sebuah perusahaan startup.

Untuk langkah aman, apalagi kalau baru saja memulai investasi, bisa mengikuti jejak para investor yang sebelumnya. Pilih bisnis startup yang telah jadi pilihan banyak investor.

Mau Usaha Pulsa Untung Besar?? Download Apk WIPAY Gratis. Raih Banyak Bonusnya