Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Apa yang Dimaksud dengan Equity Financing

Dalam sebuah bisnis tentu akan menginginkan pengembangan, dan ketika dilakukan maka akan muncul sejumlah biaya. Biaya ini bisa didapatkan dari modal yang dimiliki dan bisa pula didapatkan dari sumber eksternal.

Misalnya sumber dana dari investor yang dananya bisa digunakan untuk pengembangan tadi maupun untuk biaya-biaya lainnya. Salah satu jenis biaya yang sering muncul dalam pengembangan bisnis adalah equity financing.

Apa yang Dimaksud dengan Equity Financing

Apa yang Dimaksud dengan Equity Financing?

Pengembangan bisnis maupun pengembangan produk akan menciptakan sebuah biaya bernama equity financing atau biaya ekuitas.

Definisinya sendiri merupakan kegiatan menjual saham agar bisa dibeli oleh pihak eksternal. Dana hasil penjualan saham inilah yang nantinya dipergunakan untuk pengembangan produk maupun bisnis dari produk itu sendiri.

Melakukan equity financing kerap dilakukan untuk mendapatkan dana segar dari pihak luar perusahaan. Seringkali dilakukan ketika bisnis yang dijalankan tidak memiliki profit atau karena sebab lain. Sehingga membutuhkan suntikan dana dari pihak luar agar tetap bertahan.

Bisnis yang melakukan equity financing tidak melulu bisnis kecil dan nasibnya di ujung tanduk. Bisa pula berasal dari bisnis skala besar dan memperoleh omset yang lumayan, namun karena suatu hal pembiayaan untuk pengembangan tidak bisa diambil dari dana internal.

Keuntungan dan Kekurangan Equity Financing

Melakukan program equity financing untuk mendapatkan dana yang cukup guna mengembangkan bisnis maupun produk yang dimiliki memiliki sejumlah keuntungan dan kekurangan.

Keuntungan dari program ini adalah bisa mengembangkan bisnis dan produk tanpa harus mengeluarkan dana pribadi maupun dana perusahaan.

Selain itu bisa memaksimalkan dana yang didapatkan dari bisnis, karena tidak ada kewajiban untuk mengembalikan dana equity financing tadi. Sebab pemilik dana akan mendapatkan saham bisnis yang artinya ikut menjadi pemilik dari bisnis itu sendiri.

Langkah ini juga memperluas jaringan bisnis, yang bisa jadi memberikan dana lebih banyak dari investor lain.

Meskipun begitu, equity financing juga memiliki sejumlah kekurangan yang sebaiknya diketahui dan dipertimbangkan sejak awal. Kekurangan pertama adalah beban di masa mendatang.

Sebab pemilik dana akan menjadi pemegang saham, Anda atau bisnis Anda akan memiliki tanggung jawab terhadap investor tersebut.

Selain itu perlu mengupayakan untuk mendapatkan profit maksimal supaya investor bisa mendapatkan keuntungan.

Sehingga memperkecil resiko dana ditarik dan kondisi bisnis kembali kritis. Resiko kedua adalah, Anda selaku perintis dan pemilik bisnis kehilangan otoritas.

Investor akan memiliki hak yang sama dalam mengatur arah bisnis Anda, sehingga tidak lagi orisinil dan sesuai keinginan Anda pribadi. Meskipun demikian, seberapa besar pengaruh investor kembali pada besaran dana yang dikucurkan.

Semakin kecil maka kekuasaan yang dimilikinya semakin terbatas. Maka penting untuk menjalankan program equity financing secara bijak agar bisa menekan faktor resiko tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat with us on WhatsApp
WhatsApp
Call Now