Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Bahaya Nekat Mudik di Tengah Pandemi COVID-19

Mudik sudah menjadi tradisi menyambut hari raya Idul Fitri, namun tahun ini tradisi tersebut dipastikan ditiadakan dulu selama pandemi COVID-19 belum berakhir. Himbauan untuk tidak mudik dan larangan mudik sudah di sah kan oleh pemerintah sejak 24 April 2020 lalu. Praktis banyak perantau yang terpaksa merayakan Idul Fitri tanpa keluarga di kampung halaman.

Bahaya Nekat Mudik di Tengah Pandemi COVID-19

Bahaya Nekat Mudik di Tengah Pandemi

Meskipun larangan untuk mudik sudah diterapkan dan juga sudah disediakan sanksi bagi pelanggar, mulai dari denda sampai hukuman penjara. Namun diperkirakan masih ada saja perantau yang nekat untuk melakukan mudik tersebut. Perlu diketahui bahwa dengan mudik maka ada banyak bahaya mengintai Anda maupun keluarga tercinta di rumah. Apa bahaya yang mengintai tersebut?

Bahaya yang dimaksudkan adalah bisa memperluas penyebaran COVID-19, sehingga semakin banyak wilayah yang berstatus zona merah bahkan resmi menerapkan PSBB. Sehingga semakin mempersulit aktivitas perekonomian masyarakat karena kebijakan PSBB yang diterapkan pemerintah daerah dan kota.

Hal tersebut bisa terjadi karena setiap pemudik terutama yang berasam dari wilayah sona merah dan sudah menerapkan PSBB. Maka memiliki potensi untuk membawa virus tersebut di badan, pakaian, dan barang yang dibawa mudik. Sepanjang perjalanan bisa jadi virus tersebut sudah berpindah-pindah dari satu tubuh ke tubuh lainnya.

Sesampainya di kampung halaman pun, dipastikan akan berpindah ke orang sekitar yang dijumpai. Paling rentan adalah keluarga sendiri, karena dipastikan saat sampai di kampung halaman akan langsung diam di rumah. Jika memang membawa virus ini maka keluarga sendiri akan celaka. Artinya keputusan Anda untuk nekat mudik akan membahayakan banyak orang termasuk keluarga sendiri.

Virus yang dibawa tidak harus atau tidak hanya bisa berasal dari diri sendiri, namun bisa juga dari orang lain yang ditemui sepanjang perjalanan. Mulai dari petugas tiketing, dimana tiket yang dipegang oleh petugas berpindah ke tangan Anda. Bisa pula dari pedagang, teman sekursi di transportasi yang dipakai mudik, dan lain sebagainya. Sehingga resiko terinfeksi atau membawa virus sangat tinggi bahkan bisa berkali-kali lipat jika nekat mudik.

Cara Silaturahmi Tanpa Mudik

Mudik tidak hanya menjadi sarana untuk memeriahkan Idul Fitri, namun juga untuk melepas rindu dengan keluarga atau teman sepermainan sewaktu kecil. Ada banyak tetangga yang bisa disapa dan saling bertukar cerita. Hanya saja karena larangan mudik sudah disampaikan pemerintah, praktis kegiatan silaturahmi tersebut tersendat.

Sebagai pengganti mudik namun masih tetap bisa bersilaturahmi maka bisa mengandalkan internet. Nikmati layanan video call untuk bersua dan bertukar kabar dengan keluarga yang jauh dari tempat Anda merantau. Bisa pula saling ngobrol via telepon, chat di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, sampai bertegur sapa dan bertukar ucapan di sosial media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *