Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Memahami Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan

Selama penanganan kasus corona di Indonesia, maka ada dua bahan yang umum digunakan sebagai langkah pencegahan, yaitu berupa antiseptik dan desinfektan. Barangkali dalam keadaan normal dua bahan ini pun telah banyak digunakan, namun belum begitu familiar seperti saat sekarang. Lalu apakah Anda sudah mengenal apa perbedaan dari dua bahan kimia ini? Jika belum ada baiknya menyimak penjelasannya di bawah ini.

Memahami Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan

4 Perbedaan Antara Antiseptik dan Desinfektan yang Perlu Diketahui

Baik antiseptik maupun desinfektan, keduanya merupakan bahan kimia yang digunakan untuk melakukan sterilisasi. Hanya saja keduanya memang memiliki beberapa perbedaan. Mengetahui perbedaan antara kedua bahan ini merupakan suatu hal yang penting. Sebab akan mempermudah dalam proses penggunaannya. Berikut ini beberapa perbedaan antara antiseptik dan desinfektan yang perlu diketahui.

1. Peruntukkan Bahan

Perbedaan pertama dari antiseptik dan desinfektan dapat dilihat dari sisi peruntukannya. Antiseptik digunakan bagi makhluk hidup, seperti hewan dan manusia. Sementara desinfektan cenderung digunakan untuk benda-benda mati, seperti kayu, batu, lantai dan lain sebagainya. Ingat jangan sampai salah penggunaan, sebab akan ada efek samping yang ditimbulkan nantinya.

2. Ketersediaan Produk di Pasaran

Baik antiseptik dan desinfektan memang dapat ditemukan dengan mudah. Hanya saja cara menemukannya yang berbeda. Antiseptik dapat ditemukan di apotek dengan kemasan khusus (sebagai produk antiseptik). Sementara itu, desinfektan cenderung di temukan di toko pertanian dan ada pula produk rumah tangga yang mengandung senyawa desinfektan tersebut, seperti produk pembersih lantai dan kerak.

3. Tingkat Racun yang Dimiliki

Perbedaan selanjutnya antara desinfektan dan antiseptik juga dapat dilihat dari sisi tingkat racun yang dimilikinya. Kedua bahan kimia ini memang memiliki senyawa racun yang dapat mencegah dan bahkan membasmi kuman. Namun desinfektan diketahui memiliki senyawa racun yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan antiseptik. Alhasil produk desinfektan sangat tidak dianjurkan untuk digunakan pada makhluk hidup.

4. Antiseptik dapat Digunakan untuk Mengobati Infeksi Pada Kulit

Perbedaan berikutnya adalah antiseptik dapat digunakan dalam proses pengobatan infeksi pada kulit. Hal ini dikarenakan senyawa kimia yang terkandung di dalam antiseptik cenderung memiliki konsentrasi yang lebih toleran terhadap kulit. Sementa desinfektan tidak dapat digunakan dalam pengobatan tersebut, sebab memang hanya dikhususkan pada penggunaan benda mati.

Itulah tadi beberapa perbedaan antara antiseptik dan desinfektan yang perlu diketahui. Semoga dengan mengetahui perbedaan di atas, maka kita dapat lebih optimal dalam menggunakannya. Kedua bahan ini memang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan penularan virus. Namun penggunaannya harus diperhatikan dengan benar dan jangan sampai over, sebab jika telah over maka akan menimbulkan efek samping tersendiri. Demikianlah, semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya. Khususnya dalam masa penanganan dan pencegahan kasus covid-19 saat ini.

Mau Usaha Pulsa Untung Besar?? Download Apk WIPAY Gratis. Raih Banyak Bonusnya