Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Perkembangan Infeksi Corona di Indonesia Hingga 23 Maret 2020

Sejak tanggal 3 Maret 2020, masyarakat Indonesia melalui pengumuman yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tentunya mengetahui bahwa Indonesia sudah positif terkena corona setelah sebelumnya punya status bebas corona bersamaan dengan sekitar 10 negara lain di Asia. Lantas, bagaimana perkembangan infeksinya hingga saat ini?

Perkembangan Infeksi Corona di Indonesia Hingga 23 Maret 2020

Perkembangan Infeksi Corona di Indonesia Hingga 23 Maret 2020

Dilansir dari situs Liputan6.com diketahui hingga 23 Maret 2020 jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau covid-19 ini sudah mengalami kenaikan. Total pasien adalah 579 orang, dan merupakan jumlah global dari seluruh wilayah di Indonesia. Dibandingkan dengan sehari sebelumnya, pada 23 Maret ini memang mengalami kenaikan pasien sampai 65 orang.

Hal ini disampaikan atau diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk Infeksi Corona, yakni Achmad Yurianto. Pengumuman disampaikan di BNPB Jakarta pada hari Senin atau pada 23 Maret 2020 kemarin. Beliau menuturkan, “terdapat penambahan kasus infeksi corona baru sebanyak 65 orang..”.

Jika penambahan ini dikalkulasikan dengan kasus sebelumnya maka total pasien positif corona sudah menembus angka 579 pasien. Tidak sampai satu bulan pertambahan jumlah pasien mengalami peningkatan, yang tentu perlu diakui meningkatkan kekhawatiran masyarakat luas.

Meskipun begitu, Yurianto juga menegaskan kepada masyarakat di Indonesia untuk tidak terlalu panik. Tetap bijak dalam menanggapi pandemi corona yang saat ini tengah memasuki Indonesia. Beliau juga menghimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak aman ketika berada di tempat umum. Sebisa mungkin untuk menghindari dulu pusat keramaian, supaya meminimalisir resiko penularan dari orang sehat yang sebenarnya sudah terinfeksi corona.

Pentingnya Melakukan Social Distancing

Yurianto melalui Gedung BNPB pada Senin kemarin juga memberi himbauan tambahan bagi masyarakat Indonesia untuk sangat membatasi interaksi sosial. Tujuannya tentu saja untuk mencegah penularan corona yang membuat angka pertambahan kasus mengalami peningkatan signifikan.

Hingga detik ini solusi yang paling tepat untuk ditempuh adalah melakukan social distancing supaya interaksi secara sosial dibatasi secara maksimal. Pasalnya meskipun hasil tes corona menunjukan negatif, hal ini belum menjadi jaminan akan negatif untuk waktu dekat. Belajar dari kasus yang sudah mencuat adalah adanya hasil tes positif di hari ke-6 setelah tes pertama dengan hasil negatif.

Artinya tidak semua orang akan langsung menerima hasil positif meskipun sudah terinfeksi corona. Kondisi daya tahan tubuh masing-masing orang sangat mempengaruhi tanda infeksi tersebut apakah sudah bisa dideteksi atau belum. Maka pihak pemerintah akan berupaya untuk melakukan pemantauan pada siapa saja yang sudah menjalani tes, paling tidak 6-9 hari setelahnya. Jika tes berikutnya masih negatif maka memang yang bersangkutan tidak terinfeksi virus ini.

Memahami semakin banyaknya penderita yang meninggal sejak terinfeksi virus corona, maka penting untuk melakukan social distancing. Perbanyak aktivitas di dalam rumah dan sesekali saja keluar jika kondisi mendesak akan membantu banyak pihak mencegah penyebaran pandemi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat with us on WhatsApp
WhatsApp
Call Now