Butuh bantuan? 083861272777 wikompayment@gmail.com

Strategi Finansial Keluarga Selama Pandemi

Asuransi merupakan salah satu pos yang wajib dimiliki. Dalam perencanaan keuangan, memproteksi diri dan aset merupakan hal yang paling dasar, baru kemudian mengumpulkan kekayaan dan mendistribusikannya.

Pentingnya Perlindungan Finansial Keluarga Saat Pandemi

Strategi Finansial untuk Menghadapi Masa Pandemi

Pandemi memberi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki dana darurat. Saat kondisi ekonomi tertekan dan pendapatan keluarga menurun, ada ketidaksesuaian (mismatch) antara pendapatan dan pengeluaran.

Strategi siapkan dana darurat berfungsi untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut agar keuangan keluarga tetap stabil. Berikut ini adalah strategi yang bisa diterapkan pada saat pandemi, seperti sekarang ini.

1. Alokasikan anggaran dana darurat dari gaji

Dana darurat adalah dana yang dialokasikan secara terpisah untuk kebutuhan mendadak termasuk ketika seseorang kehilangan atau berkurang pendapatannya.

Dana darurat keluarga dapat disisihkan dari gaji yang diterima setiap bulan biasanya sekitar 10% dari gaji. Tapi untuk mengantisipasi ketidakpastian akibat pandemi, target dana darurat sebaiknya dikumpulkan dengan lebih cepat.

Jadi persentase gaji yang disisihkan untuk dana darurat bisa ditingkatkan menjadi 20% atau 30% dari gaji.

2. Menetapkan target

Dimulai dari menghitung pendapatan dan pengeluaran rutin setiap bulan. Anda bisa memetakan pengeluaran menjadi beberapa kategori seperti pengeluaran pokok atau primer, biaya rutin dan cicilan utang, pengeluaran gaya hidup atau tersier serta tabungan dan investasi.

3. Pengalihan anggaran tak terpakai

Anggaran tak terpakai juga bisa menjadi sumber dana untuk mengisi dana darurat. Selama pandemi, Anda tidak lagi memerlukan anggaran tersier untuk nonton konser musik, nonton bioskop dan liburan.

Dana dari pos pengeluaran tersebut bisa dialihkan sebagai dana darurat. Sebelum pandemi, Anda mungkin sudah mempersiapkan anggaran untuk mudik ke kampung halaman.

Nah berhubung ada larangan mudik dari pemerintah, Anda juga bisa alihkan anggaran mudik ke pos dana darurat.

Dialokasikan juga mayoritas dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang Anda peroleh untuk menambah dana darurat.

4. Mengurangi pengeluaran

Dalam kondisi resesi, cash is the king. Jadi jangan membuang-buang uang untuk hal yang tidak signifikan. Saat berbelanja barang-barang, pikirkan prioritas dan manfaatnya.

Jika memang tidak terlalu dibutuhkan atau hanya sebagai pelengkap gaya hidup sebaiknya urungkan saja niat untuk berbelanja.

Agar Anda bisa mengontrol belanja, tulis daftar barang-barang kebutuhan yang akan dibeli. Lalu beli sesuai dengan apa yang tertulis di daftar belanja tersebut.

Jangan tergiur untuk membeli barang lain yang tidak direncanakan. Dengan begitu, Anda bisa berhemat dan memiliki uang lebih untuk disisihkan sebagai dana darurat.

5. Memiliki asuransi jiwa

Kondisi pandemi ini justru bisa jadi eye-opener kita untuk sadar akan pentingnya punya pengaman untuk keuangan keluarga. Tidak ada yang bisa jamin kita tak terdampak pandemi.

Tapi asuransi jiwa bisa jamin keuangan keluarga gak akan goyah walaupun kita terdampak. Di masa pandemi ini, proteksi adalah esensi. Jadi, pastikan Anda dan keluarga sudah terlindungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau Usaha Pulsa Untung Besar?? Download Apk WIPAY Gratis. Raih Banyak Bonusnya